counter

SMKN 8 Padang Dapat Bantuan Bus Sekolah Baru

Padang-mediakoreksi.com.com-SMK Negeri 8 Padang yang dulu bernama SMIK (Sekolah Menengah Industri Kerajinan) Negeri Padang mendapat bantuan bus sekolah dari Komite Sekolah untuk digunakan sebagai operasional lapangan.

Bus baru roda empat bermerek dinding Komite SMKN 8 Padang diserahkan langsung Ketua Komite SMKN 8 Padang, Rika Maidi kepada Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Abit untuk kemudian diserahkan kepada SMKN 8 Padang yang diterima langsung kepala SMKN 8 Padang, Shafalevi, M.Pd., dalam suatu kegiatan usai upacara bendera di lapangan upacara SMKN 8 Padang dengan inspektur upacara Wagub Sumbar, H. Nasrul Abit Datuk Malintang Panai, Senin, 9 Maret 2020.

Wagub H. Nasrul Abit, mengapresiasi langkah dan upaya Komite SMKN 8 Padang untuk memberi bantuan bantuan berupa satu unit bus yang sangat diperlukan sekolah guna percepatan kegiatan operasional di lapangan dalam proses pembalajaran maupun studi lapangan yang sangat identik dengan pendidikan SMK saat ini, terlebih dalam kelompok SMK seni budaya.

Ketua Komite SMKN 8 Padang, Rika Maidi mengatakan, ia menyadari kebutuhan vital sekolah diantaranya kebutuhan memperkuat proses belajar mengajar, kebutuhan

alat dan bahan praktek siswa dan yang tak kalah pentinya adalah kebutuhan alat transportasi berupa bus sekolah untuk percepatan kegiatan opreasional di lapangan.

Untuk itu, ujar Rika Maidi, diharapkan pihak sekolah beserta keluarga besar di dalamnya dapat mempergunakan bus ini secara efektif dan efesien serta benar-benar digunakan untuk percepatan kegiatan pendidikan di lapangan nantinya dengan dengan tidak mengabaikan aspek perawatan kelak dikemudian hari.

Kepala SMKN 8 Padang, Sahfalefi, M.Pd atas nama keluarga besar sekolah mengucapkan terima kasih kepada Komite sekolah yang telah bersusah payah menghimpun dana dengan banyak pertimbangan termasuk kemampuan dari pada komite dalam hal menghimpun dana yang bersumber dari orang tua siswa secara sukarela.

Dengan adanya bjs sekolah ini, diharapkan menjadi salah satu solusi percepatan aksebelitas waktu keperluan sekolah di lapangan sekaitan dengan kegiatan proses pembelajaran peserta didik maupun guru, ujar Sahfalevi memberi penjelasan.

(hms-Sumbar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *