counter

Diduga Pekerjaan Jembatan Baringin Memakai Material Ilegal

PADANG-koreksi.com-Pekerjaan pembangunan jembatan paket-1 yang berlokasi di Baringin Kecamatan Lubuk Kilangan dengan nomor SPK 003/KONT-BN/APBD/DPU-PR/2018 bernilai kontrak sebesar Rp. 8.807.800.000.- Tahun Anggaran 2018.

Pekerjaan memakan waktu pelaksanaan 180 hari kelender dilaksanakan kontraktor pelaksana PT. SATRIA LESTARI MULTI dan Konsultan Pengawas CV. JASA REKA MANDIRI dalam lingkup kegiatan pembangunan bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umun Penataan Ruang Kota Padang (PUPR) menuai respon dari salah seorang warga masyarakat setempat yang tidak mau indetitasnya disebutkan dengan inisial X saja.

Menurut keterangan X pekerjaan pembangunan jembatan paket-1 memakai material batu disekitar lokasi pembanguan jembatan tersebut. Pengambilan material di lokasi jembatan tidak diperbolehkan karena melanggar Undang-Undang galian C No.11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan dan melanggar Perda Nomor 23 Tahun 2012 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral. Saya menjadi heran kenapa pihak PUPR Kota Padang membiarkan ini terjadi, padahal PUPR Kota Padang Juga Bagian dari Pemerintahan, terang X kepada media ini.

Kami Harapkan agar dinas terkait agar dapat menindak lanjuti yang dilakukan kontraktor. Sebab pekrjaan dengan anggaran cukup banyak masak masih memakai material illegal, tambahnya.

Dari hasil investigasi beberapa media yang tergabung dari satu tim, juga mendapatkan kejanggalan pembangunan Jembatan Paket 1 yang berlokasi di Daerah Baringin Kec. Lubuk KIlingan. Kontraktor pelaksana pekerjaan PT. SATRIA LESTARI MULTI (PT. SLM) dalam mengerjakan struktur konstruksi dasar bawah  beton bertulang jembatan tidak sesuai teknis yang semestinya. PT. SLM melakukan pengecoran beton bertulang dalam keadaan genangan air yang penuh.

Menurut Edwar Kasi Bina Marga PUPR Kota Padang dan juga sebagai penjabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK)  Pembangunan Jembatan Paket -1 yang ditemui dikantor PUPR Jalan Ujung Gurun No. 2 Padang pada hari senin (17/9/18) dalam ruang kerjanya mengatakan, pekerjaan konstruksi dasar bawah tiang beton bertulang yang akan menjadi penopang jembatan dikerjakan PT. SLM sudah sesuai teknis yang ada walau pengecoran beton itu dilakukan genangan air tidak ada masalah dan tidak mengurangi mutu serta kualitas hasil pekerjaan tersebut, terang Edwar dengan nada angkuhnya.

Buka hanya itu saja, Edwar membenarka material setempat dilokasi pembangunan jembatan yang dipakai kontraktor PT.SLM, dalam pekerjaan pondasi pada bagian struktur jembatan, Cuma batu itu juga dibeli pada masyarakat setempat, kalau ditanyakan soal Izin galian C tidak ada, tutur Edwar  mengangkat sebelah kakinya sambil memakai sepatu, dan balik bertanya Sia yang barani batanyo izin galian C tu ka Masyarakat beko jan batu tibo dimungko awak, kalau indak nyo ladiang” berlalu dengan pongahnya meninggalkan wartawan yang sedang konfirmasi.

(tunggu berita selanjutnya)

(Son)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *