counter

Hasil Monev Pada Pembangunan MCK di Desa Hiligodu diragukan; Inspektur Gusit temukan kerugian 80 Persen

Gunungsitoli|Mediakoreksi.com,-Dalam rangka memantau dan mengevaluasi hasil-hasil pembangunan fisik di lapangan, Inspektorat Kota Gunungsitoli melalui Tim audit telah melaksanakan rangkaian kegiatan monev (monitoring dan evaluasi) pada beberapa bulan silam.

Monitoring dan evaluasi terhadap kondisi Fisik Kegiatan di pusatkan pada Pembangunan MCK di Desa Hiligodu Ombolata, dusun V Kecamatan Gunungsitoli selatan.

Rangkaian pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi berkesinambungan terus digelar Inspektorat Kota, hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengetahui perkembangan dan tingkat keberhasilan pembangunan yang sudah dicanangkan Pemkot Gunungsitoli, baik yang sebelumnya maupun saat ini.

Selain itu kegiatan ini menjadi proses identifikasi permasalahan yang dihadapi serta upaya antisipasinya dan solusi dalam pelaksanaan program dan kegiatan, untuk kemudian dijadikan bahan perbaikan kinerja program dan kegiatan selanjutnya.
Sebagaimana laporan masyarakat, yang di terima dari rekan mitra kami Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesis ( LSM PENJARA INDONESIA ) Dpc Gunungsitoli, dimana laporan tersebut, kami telah tindak lanjuti.

Pada pelaksanaan pekerjaan pembuatan MCK di Dusun V Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara tersebut ditaksir telah menggunakan biaya pembangunan yang bersumber dari APBD Pemkot Gunungsitoli tahun anggaran 2014 silam. Pada pembiayaan pelaksana pekerjaan dimaksud disinyalir telah menelan biaya besar, kurang lebih sebesar, dua ratus delapan puluh tiga juta rupiah (Rp 283.000.000) dan jika dinilai taksiran dari biaya pekerjaan fisik tersebut yang telah terlaksana diduga kurang lebih seratus lima puluh jutaan rupiah (Rp 150.000.000,-) .“Untuk perkiraan berapa kerugian pada biaya fisik (pembiayaan alat dan bahan bangunan) lain tidak termasuk upah kerja, itu kita temukan sebesar 80 persen. untuk menutupi kekurangan nya, kami telah mengembalikan kepada KSM kelompok Swadaya masyarakat, untuk menutupi kekurangan nya seperti pemasangan pipa, krans air, dan pemasangan arus listrik secara inisiatif dari swadaya masyarakat. untuk menutupi kekurangan tersebut, bukan saya yang perintahkan melainkan saya memberikan solusi”. Terang Motani Telaumbanua saat di konfirmasi di ruang kerjanya, jalan Mistar Desa Lasara Bahili, kecamatan Gunungsitoli, Kamis 02/8/18.

Lebih lanjut, Motani Telaumbanua sebagai Inspektur kota Gunungsitoli mengatakan, kami telah berikan surat pada pihak kejaksaan negeri gusit untuk laporan kegiatan selama di lapangan, dan petunjuk dari pimpinan kami (Walikota Gusit), beliau mengatakan silahkan ditindak lanjuti. dengan perintah tersebutlah kami teruskan kepada Kejaksaan”, Ujarnya.

Secara terpisah, saat Mediakoreksi.com lakukan konfirmasi dengan Yus Iman Harefa selaku Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) kejaksaan negeri gunungsitoli, sungguh jauh berbeda dari hasil laporan audit inspektorat yang telah diterimanya. dirinya mengatakan, “kami sudah menerima surat dari inspektur gunungsitoli, dengan menindak lanjuti laporan masyarakat desa hiligodu maka, dari hasil temuan inspektorat ( tim audit ) tersebut ditemukan hanya mencapai 30 persen dan itu tertuju bukan pada bangunan fisik melaikan kekurangan di adminitrasi”. tegasnya.

Diwaktu bersamaan awak mediakoreksi.com menghubungi rafik zebua selaku tim teknis lapangan pada pembangunan MCK hiligodu, ternyata rafik tidak berada ditempat, dengan alasan para pegawai yang dikantor mengutarakan; maaf, pak rafik nya sedang dinas luar. hari senin lusa dia masuk kerja sediakala. Begitu juga dengan saba’aro zebua selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pada pelaksanaan pembangunan MCK di desa hiligodu kecamatan gunungsitoli selatan, saat di kunjungi dia tidak berada di ruang kerjanya.

Saat di konfirmasi kepada ketua DPC LSM PENJARA INDONESIA Selamat harefa yang di dampingi Berkat Jaya Zamasi di kantor sektretariat nya Jalan Diponegoro Sifalaete Tabaloho. Dia mengutarakan rasa kecewa pada inspektur, dimana hasil yang dia dapat tidak sesuai dari apa yang dia terima dari kejaksaan negeri Gunungsitoli. kenapa harus Plin plan, seakan dengan sikap Inspektorat tersebut berat untuk memberikan data yang falid kepada Kejaksaan?, imbuhnya. (TIM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *