counter

Masuk Nomiasi Sekolah Sehat, TK Pertiwi Terus Berbenah

Padang-sumatraline.com- Empat sekolah mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kota Padang tahun 2019. Keempat sekolah tersebut, TK Pertiwi, jalan Koto Tinggi, SMA Adabiah 2, SMPN 30 dan SDN 22 Andaleh. Maka rombongan tim II Juri LSS mendatangi keempat sekolah Selasa (8/10/2019).

Tim juri didampingi Perwakilan Camat Timur dan para dokter dari Puskesmas.

Yulyeni sebagai kepala sekolah TK Pertiwi I saat di wawwncara awak media (11/10)mengatakan, kami sangat senang bisa masuk dalam kategori Lomba Sekolah Sehat.

” anak-anak menjaga kebersihan di dalam kelas kalau sudah siap membersihkan kelas anak-anak lalu mencuci tangan dengan sabun yang di sediakan di kamar mandi agar supaya anak-anak terhindar dari kuman”, ungkaonya.

Selain menjaga kebersihan kelas dan juga kebersihan lingkungan sekolah juga memperioritaskan kerapian anak beserta guru-guru, katanya.

Seterusnya, adapun beberapa persiapan lain antaranya menjaga kebersihan kamar mandi, jelasnya.

” Menanamkan hal kecil ini semenjak dini merupkan suatu kebaikan bagi generasi yang akan datang. Supaya terciptanya generasi yang soleh, cerdas, sehat dan berkarakter”, jelasnya.

Senada dengan itu Agustina, SH.MM ketua Tim II juri LSS mengatakan beberapa waktu lalu (08/10) mengatakan, sekolah sehat saat ini menjadi program wajib dari nasional yang harus dilaksanakan oleh sekolah. Adanya kegiatan lomba sekolah sehat, bukan hanya sekedar lomba, namun sekolah sehat lebih mementingkan peningkatan derajat kesehatan seluruh warga sekolah dan berimbas terhadap lingkungan disekitar sekolah. Dan sekolah bersama siswa-siswi menjadi berprestasi.

Sedangkan aspek penilaian LSS adalah kebersihan dan ventilasi ruangan. Ini yang pertama yang dinilai pada lomba sekolah sehat. Kebersihan disekitar lingkungan sekolah serta ventilasi ruangan yang cukup, tidak pengab, serta pencahayaan yang baik. Ruangan kelas bersih, rapi dan tidak ada debu dan kotoran lainnya/ ruangan tertata rapi dan bersih, jelasnya.

Kemudian, Agustin yang juga merupakan Kasubag Pendidikan dan Budaya Bagian Kesra pemko Padang juga menjelaskan tentang perlengkapan yang harusdimiliki di UKS setiap sekolah, sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi murid/siswa-siswi, yakni standar alat untuk menunjang pelayanan kesehatan, ungkapnya.

Sambungnya, Perlengkapannya tempat tidur, lemari file dan dokumen, kotak P3K, wastafel, kamar mandi, timbangan badan dan pengukur tinggi badan. Standar obat yang disediakan antara lain obat untuk perawatan luka, obat gosok atau oles, serta obat oral. Obat oral yang boleh, adalah paracetamol untuk antinyeri dan antipiretik, antasida untuk sakit perut serta oralit.

Setelah itu, kantin sekolah , makanan atau jajanan harus bebas dari bahan pengawet, pewarna, pengenyal berbahaya. Selain itu kantin juga harus bebas dari pembungkus berbahaya seperti plastik, stereofom dan yang lainnya. Penyajian jajanan makanan harus tertutup dan bebas dari kontaminasi. Penjual makanan juga masuk dalam kriteria penilaian, memakai pakaian rapi dan bersih dan memahami serta mengerti tentang syarat kantin sehat. Mencuci alat makan dengan air bersih yang mengalir. Dan pembuangan sisa makanan serta kotoran dibuang pada tempatnya, paparnya.

Dinding, lantai kamar mandi selalu bersih dan tidak berlumut dan tidak licin.Bak mandi bersih dan tidak ada jentik-jentik. Closet bersih dan tidak mampet. Ventilasi cukup, ada udara dan sinar matahari yang bisa masuk kedalam kamar mandi tersebut.
Taman dan toga, seluruh warga sekolah merawatnya serta menjaganya, mengerti dan memahami tentang penggunaan dan manfaat dari tanaman toga itu sendiri, jelasnya.

Kegiatan pelayanan kesehatan di lingkungan UKS antara lain, ada program dan laporan tahunan. Penyuluhan kesehatan minimal 2 kali dalam setahun. Catatan pelayanan siswa yang sakit dengan rapi. Ada skrening kesehatan rutin dari puskesmas minimal setahun sekali. Ada pelatihan kader rutin setiap minggunya, pendataan kesehatan siswa yang rutin minimal 2 kali dalam setahun. Dan ada pemeriksaan kebersihan lingkungan rutin. Semua aspek penilai telah disampaikan kepada pihak sekolah, dengan tujuan agar dibenahi sesuai dengan ketentuanya, tandasnya.(SRP)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *