counter

Satoniha Luaha, SH : Janji Adalah Utang, Jika Tidak Ditepati Maka Massa AMADAKANIS Akan Kembali Geruduk Kantor DPRD dan Pemkab Nisel

Medan, Mediakoreksi.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nias Selatan (Nisel) dinilai tidak tepati janji terkait Pemilihan Kepala Desa Serantak tahun 2018.

Sebelumnya AMADAKANIS audiensi di kantor DPRD Nisel yang dihadirin ketua DPRD Nisel Sidi Adil Harita, S.sos., MA, Wakil Ketua DPRD Yohana Duha dan Elisati Halawa, ST serta para anggota Dewan lainnya, telah sepakati empat (4) poin untuk ditindaklanjuti, namun hingga sekarang belum ada realisasi.

Satoniha Luaha, SH selaku Sekretaris Aliansi Masyarakat Desa Kabupaten Nias Selatan (AMADAKANIS) sekaligus Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mengutarakan sesuai dengan berita acara audiensi di ruang rapat DPRD kabupaten Nias Selatan, sabtu (22/05/2018) pukul 11:00 WIB.

“Anggota DPRD itu harusnya merakyat, Urusan rakyat lebih diutamakan ketimbang urusan Partainya. Sebab kemajuan suatu desa itu ditentukan oleh perangkat desa itu sendiri bukan pejabat Pelaksana Tugas (Plt) tetapi Kepala Desa itu harusnya definitif,” ucap Satoniha luaha, SH

Hasil audiensi kita kemarin telah di sepakati dan akan ditindaklanjuti meliputi;

Pertama, Pelaksanakan Pemilihan Kepala Desa di Wilayah Kabupaten Nias Selatan wajib dilaksanakan pada tahun 2018.

Kedua, Pemilihan Kepala Desa secara serentak sebanyak 459 Desa, dilaksanakan setelah penyesuaian dan penambahan anggaran Pilkades melalui P.APBD 2018.

Ketiga, Dalam rangka menjamin pelaksanaanPilkades, Pemkab Nisel mengalokasikan anggaran Pilkades.

Keempat, DPRD Nisel mendesak Pemkab Nisel melalui OPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk segara menyusun dan menetapkan tahapan pemilihan Kepala Desa.

Jika tidak ada ralisasi dari DPRD Nisel maka AMADAKANIS kembali datangi kantor DPRD dengan jumlah yang cukup besar. “Janji adalah utang, Jika tidak ditepati maka massa Aliansi Masyarakat Desa Kabupaten Nias Selatan akan kembali geruduk kantor DPRD dan Kantor Pemkab Nisel dalam jumlah besar,” Ancam Satoniha SH

Lanjut Satoniha, “ Ini semua bukan kepentingan pribadi, AMADAKANIS melakukan pergerakan demi kemajuan masyarakat Nisel jadi DPRD jangan urusan rakyat 3D (Datang, Duduk dan Diam), Kalau Pelaksana Tugas (Plt) yang memimipin suatu desa tak akan bisa maju. bahkan kami temukan dilapangan ada Plt Desa sangat arogan terhadap masyarakatnya,” ujar Sekretaris AMADAKANIS sembari mengakhiri. (Witer)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *